BNN Berhasil Amankan 42,6 kg Sabu 98,7 kg Ganja dan 2.985 pil ekstasi dari Tiga Kasus Berbeda

INDONESIASATU.CO.ID:

JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali berhasil mengungkap kasus narkotika dan mengamankan barang bukti sebagai berikut : 42,6 kg sabu-sabu, 98,7 kg ganja dan 2.985 pil ekstasi dari tiga kasus yang berbeda. Selain itu, BNN juga mengamankan uang sebesar Rp 681.632.500.

“BNN berhasil mengungkap 3 kasus tindak pidana narkotika, dua diantaranya melibatkan narapidana di dalam lapas,” kata Kepala BNN, Komjen. Pol. Drs. Heru Winarko, S.H., di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (28/9/2018).

Kepala BNN mengatakan, Berawal dari penangkapan dua orang pria berinisial YP dan RK, yang diminta mengambil paket kiriman 98,7 kg ganja di Kantor Pos Kota Tangerang, BNN berhasil menangkap dua tersangka berinisial MIF dan SI yang merupakan napi di Lapas Kelas I Tangerang yang merupakan pengendali pengiriman ganja tersebut.

Kemudian, pada Minggu (16/9/2018) di depan Lapas Kelas II B Lubuk Pakam, Sumatera Utara, BNN menangkap seorang sipir (MA) yang sedang menerima amplop berisi 44,13 gram sabu dari tangan BA. MA mengaku diperintah oleh SJ, seorang napi Lapas Lubuk Pakam.

Dari situ petugas melakukan pengembangan, diketahui sebelum bertemu MA, BA telah menyerahkan 4 kg sabu kepada ED. Dari pengakuan keduanya, Tim BNN berhasil mengantongi satu nama tersangka lain berinisial DN yang juga merupakan napi Lapas Lubuk Pakam,” jelas Kepala BNN.

Tak hanya itu, BNN kembali mengembangkan kasus, hingga akhinya menangkap empat tersangka lain yakni ES, EW, RA dan HS. Diketahui, ES dan EW merupakan pengelola keuangan dan yang mengendalikan jaringan.

Selanjutnya, BNN berhasil membongkar satu rumah dikawasan Tanjung Balai yang menjadi gudang penyimpanan. Dan mengamankan lebih dari 30 kg sabu dan 2.985 buti pil ekstasi.

“Total barang bukti yang berhasil disita sebanyak 37,5 Kg sabu dan 2.985 butir ekstasi,” ungkap Kepala BNN.

Untuk kasus ketiga, BNN mengagalkan penyelundupan 5,1 kg sabu di Medan Timur pada Rabu (19/9/2018). BNN dan menangkap dua tersangka yakni JS alias Ahok dan JF.

“Jaringan ini menggunakan modus penyamaran dengan memasukkan tepung terigu kedalam dispenser bersamaan dengan lima bungkus teh hijau berisi sabu untuk mengelabui petugas,” kata Kepala BNN.

Para tersangka dikenakan pasal Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Subsider Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor.35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati. (hy)

  • Whatsapp

Index Berita