Ananda Sukarlan Permalukan Kolese Kanisius sebagai Sekolah Katolik yang Gagal Ajarkan Etika

WARTAJAKARTA.CO.ID: JAKARTA -  Kegagalan Kolese Kanisius mengajarkan Etika kepada para siswanya ditunjukan secara kasat mata oleh para alumni sekolah Katolik yang telah berusia 90 tahun ini. Ananda Sukarlan yang diikuti oleh ratusan alumni lainnya dengan tanpa malu menghina tamu yang diundang sendiri oleh Sekolah Katolik ini dalam acara Penghargaan Kanisius ke-5 terhadap Alumni dari berbagai generasi, termasuk Ananda Sukarlan yang disaring dari 95 kandidat yang bertempat di Menteng Raya. Mereka adalah Ananda Sukarlan (komponis & pianis), Derianto Kusuma (pendiri Traveloka), Romo Magnis Suseno (tokoh Ordo Radikal Kristen Serikat Jesuit), Irwan Ismaun Soenggono (tokoh pembina Pramuka) dan Dr. Boenjamin Setiawan (pendiri Kalbe Farma).( Minggu 12 November 2017)

Hadir dan memberi pidato pembuka di acara akbar di JIFest yang dihadiri oleh ribuan alumni Kanisius kemarin lusa, Sabtu 11 November ini adalah Gubernur Jakarta, Anies Baswedan.

Saat Anis memberi pidato, Ananda Sukarlan berdiri dari kursi VIP-nya dan walk out menunjukkan etika yang jauh dari kata pantas dari seorang yang dianggap berprestasi, terhadap  Anies sebagai tamu VIP Kanisius sendiri. Aksi Ananda Suherlan ini diikuti oleh ratusan alumni dan anggota hadirin lainnya. Setelah memberikan pidatonya yang yang sangat menyejukan dan inspiratif bagi para hadirin yang hadir, Anies Baswedan meninggalkan tempat.

Saat pemberian penghargaan kepada 5 tokoh ini, Ananda mendapat giliran untuk pidato selama 10 menit. Di pidato itu setelah ia mengucapkan terima kasih, ia juga menunjukan rasa kebenciannya yang berbaus rasis dan diskriminatif kepada Anies dengan mengkritik panitia penyelenggara. "Anda telah mengundang seseorang dengan nilai-nilai serta integritas yang bertentangan dengan apa yang telah diajarkan kepada kami. Walaupun anda mungkin harus mengundangnya karena jabatannya, tapi next time kita harus melihat juga orangnya. Ia mendapatkan jabatannya dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Kanisius. Ini saya tidak ngomong politik, ini soal hati nurani dan nilai kemanusiaan", katanya.

Setelah turun dari panggung, Ananda disalami dan mendapat pujian dari para nominator penerima penghargaan tsb, antara lain mantan menteri Ir. Sarwono Kusumaatmaja dan Pater E. Baskoro Poedjinoegroho S.J., Kepala SMA Kanisius. (****)